Kamis, 06 Juni 2013

MAKALAH KOMUNIKASI ORGANISASI “Eksistensi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Di Dalam Perguruan Tinggi)”


MAKALAH
KOMUNIKASI ORGANISASI
“Eksistensi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Di Dalam Perguruan Tinggi)”

Dosen Pengajar : Ibu Mulyani, S.Sos






 







Disusun Oleh :
Kelompok
                           






SEKOLAH TINGGI ILMU SOSIAL DAN POLITIK
STISIPOL PANCA BHAKTI PALU
2013

 
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas kehendakNya penulisan makalah ini dengan judul “Eksistensi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Dalam Perguruan Tinggi” dapat terselesaikan dengan baik. Dalam kesempatan ini penulis menghaturkan rasa hormat dan terimakasih sebesar-besarnya kepada Ibu Mulyani, S.Sos selaku dosen pengajar dan semua pihak yang telah membantu memberikan masukan, saran-saran positif dalam pembuatan makalah sehingga penulis dapat merampungkan serta menyelesaikan tugas makalah ini.
Makalah ini dibuat untuk memenuhi salah satu tugas dalam mata kuliah Komunikasi Organisasi dan bertujuan untuk dapat memberikan informasi kepada para pembaca tentang Eksistensi BEM Dalam Perguruan Tinggi.
Dalam penulisan makalah ini tim penulis merasa masih banyak kekurangan-kekurangan baik pada teknis penulisan maupun materi, mengingat akan kemampuan yang dimiliki penulis. Untuk itu kritik dan saran dari semua pihak sangat diharapkan demi penyempurnaan makalah ini.

                                                                             Parigi, 20 Mei 2013
                                                                                   Tim Penulis









DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL
KATAPENGANTAR  ...........................................................................................    i
DAFTAR ISI                 .............................................................................................. ii
BAB I  PENDAHULUAN.......................................................................................   1
1.1.    Latar belakang .............................................................................................   2
1.2.    Rumusan masalah ........................................................................................   2
1.3.    Tujuan                 .........................................................................................   2
1.4.    Manfaat Penulisan ......................................................................................... 3
1.5.    Metode Penulisan  .........................................................................................
BAB II PEMBAHASAN   ......................................................................................... 4
2.1.       BEM ( Badan Eksekutif Mahasiswa)
Sebagai Organisasi Mahasiswa ................................................................... .. 4
2.2.       Struktur Kepengurusan BEM ........................................................................ 5
2.3.       Tugas Pokok Badan Eksekutif Mahasiswa ................................................... 8
2.4.       Fungsi BEM      ........................................................................................... .. 9
BAB III  PENUTUP………………………………………………………………   11
3.1.    Kesimpulan ………………………………………………………………     11
3.2.       Saran                                                                                                             .. 11
BAB I
PENDAHULUAN
1.1.       Latar Belakang
Organisasi mahasiswa merupakan bagian integral dari kehidupan kampus yang tidak dapat dipisahkan dari aktifitas dan partisipasi mahasiswa dalam membangun citra sebuah perguruan Tinggi,maka hal ini memberikan kontribusi yang signifikan bagi eksistensi perguruan tinggi tersebut. Dalam perjalanannya, setiap organisasi memiliki struktur kepengurusan sebagai bentuk representatif dari bidang-bidang yang tercakup dalam organisasi tersebut, serta memiliki visi dan misi bersama yang hendak dicapai untuk mewujudkan cita-cita organisasi yang diharapkan.
Pencitraan organisasi mahasiswa sebagai sebuah wadah proses tingkat pematangan kepribadian sosial mahasiswa ditengah masyarakat kampus melalui pendisiplinan kerja organisasi merupakan langkah awal yang penting untuk dilakukan dengan tujuan menciptakan sistem kerja yang lebih tangguh dan profesional, serta memiliki komitmen tinggi untuk membangun citra organisasi sehingga diakui eksitensinya di kalangan mahasiswa.
Mahasiswa sebagai kaum terpelajar memiliki peran dan fungsi sebagai agen perubahan (Agent of Change) dalam masyarakat. Akan tetapi, pola pembelajaran di kampus kadang kala hanya membentuk mahasiswa untuk unggul dalam bidang akademik saja. Karena itu, masih banyak terdapat mahasiswa yang tidak dapat bersosialisasi dan beradaptasi dengan masyarakat, baik selama ia duduk di bangku kuliah maupun setelah memasuki dunia kerja.Salah satu potensi, mahasiswa sebagai bagian dari kaum muda dalam tatanan masyarakat yang  berperan langsung dalam tiap fenomena sosial, harus mampu mengimplementasikan kemampuan keilmuannya dalam  perubahan keumatan kearah yang lebih baik.
Peran  mahasiswa dalam setiap perubahan tatanan kenegaraan selama ini sudah menjadi jargon dan pilar utama terjaminnya sebuah tatanan kenegaraan yang demokratis. Dan  semua itu tak terlepas dari Dunia Organisasi Mahasiswa yang merupakan sebuah alur dalam pembelajaran diri dan wadah pendewasaan.
Maka dari itulah, BEM sebagai salah satu organisasi kemahasiswaan berfungsi untuk memberikan kontribusi dan manfaat terhadap kepentingan mahasiswa.Dalam rangka membantu menambah dan mengembangkan pengetahuan baik dalam bidang akademik maupun nonakademik.
1.2.       Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, dapat kita rumuskan beberapa masalah, yaitu:
1.        Apa esensi atau arti dari BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa)?
2.        Bagaimana susunan struktur kepengurusan BEM?
3.        Apakah peran, tugas dan fungsi BEM sebagai organisasi mahasiswa di dalam lingkup Perguruan Tinggi?
1.3.       Tujuan
Adapun tujuan dari penyusunan makalah ini adalah
1.        Menjelaskan pengertian Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM).
2.        Mendeskripsikan susunan struktur kepengurusan BEM.
3.        Menjelaskan peran, tugas dan fungsi pokok BEM sebagai organisasi mahasiswa di dalam lingkup Perguruan Tinggi
1.4.       Manfaat Penulisan
Makalah ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi penulis dalam memahami permasalahan yang menjadi topik kajian. Bagi masyarakat makalah ini diharapkan dapat menjadi masukan dan sebagai bahan pertimbangan dalam memahami eksistensi organisasi mahasiswa di perguruan tinggi dan di dalam masyarakat. Bagi pihak akademi, diharapkan makalah ini dapat menjadi bahan kajian belajar dalam rangka meningkatkan prestasi diri pada mahasiswa khususnya dan meningkatkan kualitas pendidikan pada umumnya.
1.5.       Metode Penulisan
Metode penulisan yang kami gunakan dalam meyusun makalah ini menggunakan metode observasi dan kepustakaan. Cara - cara yang digunakan dalam metode ini adalah study pustaka. Dalam metode ini penulis membaca buku dan situs internet yang berkaitan dengan penulisan makalah ini.


 
BAB II
PEMBAHASAN
BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa)

2.1.            BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) Sebagai Organisasi Mahasiswa

BEM adalah badan organisasi tertinggi dalam sebuah Universitas, Institut, Politeknik, ataupun Sekolah Tinggi dan memiliki landasan hukum berdasarkan KEPMEN No. 155. Keberadaan BEM disebuah Perguruan Tinggi sangatlah fungsional, baik untuk pihak kampus sendiri ataupun untuk UKM berserta civitas akademika Perguruan Tinggi tersebut. 
BEM adalah singkatan dari Badan Ekseskutif Mahasiswa (BEM), yang menjadi wadah perhimpunan mahasiswa untuk mengaktualisasikan diri dalam mengembangkan minat dan bakat (kreatifitas), selain pengembangan kretifitas Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) juga mempunyai peran penting dalam mengawal segala kebijakan Rektorat (Universitas), baik yang bersangkutan dengan dunia kemahasiswaan ataupun mengenai tentang pengembangan dan peningkatan sarana dan prasarana yang ada di wilayah kampus (Universitas).
BEM adalah lembaga eksekutif yang berperan dalam pembentukan kepribadian dan watak baik bagi anggotanya, mahasiswa di dalam lingkungan kampus maupun masyarakat umum. Melalui BEM, mahasiswa dilatih dan dikembangkan jiwa kepemimpian dan keorganisasiannya sehingga kelak ketika terjun langsung di tengah-tengah masyararakat, mahasiswa tersebut akan mampu bekerjasama dan menjalankan peran dan fungsinya dengan baik .
BEM juga berperan dalam menumbuhkan jiwa pengabdian anggotanya melalui pembagian wewenang di dalam struktur organisasinya. BEM merupakan awal pengabdian mahasiswa untuk menuju pengabdian yang sesungguhnya. Bersama BEM seorang mahasiswa akan menemukan jati dirinya yang kelak akan dia gunakan untuk dapat berdiri di tengah-tengah masyarakat yang menuntutnya untuk aktif dan berprestasi. BEM juga merupakan sarana untuk mengembangkan bakat, minat dan kemampuan mahasiswa dalam bidang ilmu pengetahuan, teknologi, kesenian, dan lain sebagainya.
BEM juga melatih mahasiswanya untuk menyalurkan sumbang saran dan aspirasinya kepada pihak lembaga demi mewujudkan kesejahteraan dilingkungan kampus. Tunas-tunas muda yang aktif dan berprestasi yang dibentuk oleh BEM merupakan modal utama untuk mewujudkan Bangsa Indonesia yang sejahtera kelak dikemudian hari.

2.2.       Struktur Kepengurusan BEM

Dalam sturuktur kepengurusan BEM, terdiri dari

PRESIDEN MAHASISWA
 (Koordinasi) UNIVERSITAS

WAKIL PRESIDEN MAHASISWA

SEKRETARIS JENDRAL

DEPARTEMEN-DEPARTEMEN

Fungsi peran struktur kepengurusan di sesuaikan dengan bidangnya masing-masing di antaranya adalah :
a)    Presiden Mahasiswa, berperan sebagai orang yang meminimalisir struktural kepengurusannya, serta pengambil kebijakan yang tertinggi dalam organisasi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM).
       Bertanggung jawab secara umum terhadap kepengurusan Badan Eksekutif Mahasiswa(BEM).
    Memimpin rapat pengurus atau rapat kordinasi antara Departemen.
    Memberi pegarahan kepada Wakil Presiden Mahasiswa (Wapresma), Sekretaris, Bendahara, dan tiap-tiap Mentri Departemen.
    Membuat Kebijakan- kebijakan kepengurusan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM)
b)   Wakil Presiden Mahasiswa, berperan sebagai orang kedua dari Ketua yang di percayai sebagai pengemban amanat dan dapat mengambil perannya untuk mengawal serta mengkoordinir kinerja kepengurusan Departemen.
       Membantu tugas-tugas Presiden Mahasiswa (Presma) jika berhalangan.
   Memimpin rapat pengurus atau rapat koordinasi antar departemen jika Presiden Mahasiswa Berhalangan.
       Melaksanakan tugas-tugas Khusus yang diberikan oleh Presiden mahasiswa (Presma).
c)    Sekeretaris Jendral, berperan sebagai orang yang mengatur administrasi (Surat-menyurat). Mengupayakan sarana kesekretariatan yang biasa memenuhi kebutuhan administrasi secara optimal.
   Pembenahan dan perawatan inventaris
   Penataan data-data surat menyurat dan dokumentasi secara tertib dan rapi
   Bertanggung jawab terhadap anggota departemen yang dipimpin.
d)   Departemen Keuangan (Depku)
       Menggali sumber-sumber dana yang halal dan tidak mengikat.
       Mengawasi penggunaan dana pada setiap kegiatan.
       Membuat laporan keuangan secara rutin perbulan dan tahunan.
       Bertanggung jawab terhadap anggota departemen yang dipimpin.
e)    Departemen Dalam Negri (Depdagri)
       Pembinaan dan kordinasi administrasi Departemen.
       Pelaksanan penelitian dan pengembangan terapan serta pendidikan dan pelatihan tertentu dalam rangka mendukung kebijakan.
       Pelaksanaan pengawasan fungsional.
       Bertanggung jawab terhadap anggota departemen yang dipimpin.
f)     Departemen Pendidikan
       Menyiapkan perumusan dan teknis di bidang pendidikan.
       Mengadakan pelatihan dan pendidikan
       Mengadakan kegiatan study banding dengan ST yang lainnya.
       Mengadakan kegiatan seminar pendidikan.
       Bertanggung jawab terhadap anggota departemen yang dipimpin.
g)   Departemen Advokasi & HAM (Hak Asasi Mahasiswa)
       Melakukan pelatihan advokasi mahasiswa.
       Menjalin kerjasama dengan lembaga-lembaga bantuan hukum.
       Aktif dalam menyelesaikan berbagai macam permasalahan yang dihadapi oleh mahasiswa dengan pihak kampus.
       Bertanggung jawab terhadap anggota departemen yang dipimpin.
h)   Departemen Minat dan Bakat
       Menampung potensi mahasiswa atau minat mahasiswa.
       Mewujudkan persatuan dan kesatuan dibidangnya.
       Pelaksana kegiatan dalam bidangnya.
       Bertanggung jawab terhadap anggota departemen yang dipimpin.
i)     Departemen Luar Negeri ( Deplu)
       Mengkoordinir segala permasalahan mahasiswa yang ada di kelas jauh menyampaikannya kepada mentri advokasi dan HAM.
       Melaporkan segala kegiatan yang ada di setiap komisariat.
       Bertanggung jawab kepada aggota departemen yang dipimpin.
j)     Departemen Komunikasi dan Informasi ( Depkominfo)
       Menyebarkan informasi tentang kegiatan BEM kepada mahasiswa kelas jauh.
       Menjalin hubungan baik antara kepengurusan BEM dengan kampus lain.
       Menjalin partisipasi aktif kepengurusan BEM dengan smua komponen kepengurusan yang ada.
       Bertanggung jawab terhadap anggota departemen yang dipimpin.
k)     Departemen SDM & Litbang
       Melakukan kerjasama dengan lembaga Litbang lain dalam hal peningkatan kinerja organisasi.
       Mengadakan diskusi rutin sebagai Upgrading.
       Wawasan keilmuan pengurus dan bedah buku.
       Mengadakan penelitian dan riset yang bersifat akademis.
       Menjalin kerjasama dengan pemerintah dan non pemerintah dalam pelaksanaan pelatihan Live Skill maupun porseni.
       Bertanggung jawab terhadap anggota departemen yang dipimpin.
l)          Departemen Sosial
       Mengadakan kegiatan yang bersifat sosial.
       Mengadakan kerjasama dengan departemen sosial lainnya.
       Bertanggung jawab terhadap anggota departemen yang dipimpin.

2.3.       Tugas pokok Badan Eksekutif Mahasiswa

1. Mengesahkan serta mengajukan proposal kegiatan organisasi dan berhak untuk meminta Laporan Pertanggungjawaban  dari setiap kegiatan organisasi.
2. Menetapkan garis program kegiatan kemahasiswaan dengan berpedoman pada peraturan-peraturan yang berlaku di Perguruan Tinggi.
3.  Membimbing, mengarahkan dan mengawasi kegiatan UKM.
4. Menyusun dan melaksanakan program kegiatan dengan menggunakan anggaran yang telah ditetapkan oleh Perguruan Tinggi. Untuk periode 1 (satu) tahun anggaran, yaitu 1 Agustus tahun berjalan sampai 31 Juli tahun berikutnya. Program kegiatan dimaksud mencakup program kegiatan seluruh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM ) dan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ).
5.  Mewakili Mahasiswa sebagai duta dalam kegiatan eksternal untuk berkoordinasi/berkomunikasi dengan organisasi mahasiswa Perguruan Tinggi Lainnya.
6. Menampung serta memperjuangkan hak dan aspirasi mahasiswa baik dalam bidang akademik maupun kesejahteraan mahasiswa.

2.4.       Fungsi Badan EksekutifMahasiswa (BEM)

1. Fungsi Aspiratif; Berperan sebagai penampung dan penyalur aspirasi atau keinginan Mahasiswa.
2.  Fungsi Advokasi; Jika terdapat Mahasiswa yang mempunyai permasalahan kesulitan membayar SPP/ penangguhan, permasalahan akademik, transparansi pendanaan kemahasiswaan dan peran lembaga dalam memperjuangkan hak-hak Mahasiswa.
3. Fungsi Koordinasi; Menjadi tempat berkoordinasi dan komunikasi berbagai kepentingan UKM dan jembatan antara aspirasi Mahasiswa dengan pihak rektorat.
4. Fungsi Katalisator, Inisiator dan Fasilitator seluruh Mahasiswa.
Keuntungan Rektorat Dengan Adanya BEM :

1. Fungsi Bantuan Koordinasi; Lembaga dapat menjadi penghubung komunikasi antara Rektorat dengan Mahasiswa ataupun antar UKM/ Lembaga

2. Fungsi Pencitraan Universitas; Keberadaan lembaga dapat meningkatkan eksistensi Universitas di kancah nasional baik dalam kegiatan kemahasiswaan bersifat akademik maupun ekstrakulikuler
3. Fungsi Bantuan Administrasi, dll.



BAB III
PENUTUP
3.1.      Kesimpulan
Secara garis besar BEM ialah lembaga kemahasiswaan yang menjalankan organisasi serupa pemerintahan (lembaga eksekutif). Dipimpin oleh ketua atau presiden BEM yang dipilih melalui pemilu mahasiswa setiap tahunnya.
BEM juga melatih mahasiswanya untuk menyalurkan sumbang saran dan aspirasinya kepada pihak lembaga demimewujudkan kesejahteraan dilingkungan kampus. Tunas-tunas muda yang aktif dan berprestasi yang dibentuk oleh BEM merupakan modal utama untuk mewujudkan Bangsa Indonesia yang sejahtera kelak dikemudian hari.
Mengabdi bersama BEM berarti mengabdi untuk Bangasa Indonesia yang lebik baik. Harapan akan selalu ada disaat kita percaya dan berusaha. Melalui pengabdian yang tulus dan ikhlas akan menciptakan calon pemimpin bangsa yang jujur dan bertanggungjawab. Buah dari pengabdian dan kerja keras bersama BEM tidak hanya dapat dirasakan oleh diri sendiri ataupun organisasi BEM tersebut, namun juga dapat dirasakan oleh keluarga kampus dan masyarakat luas.
3.2.      Saran
Untuk mengembangkan atau mempertahankan eksistensi setiap organisasi kemahasiswaan sebaiknya  mahasiswa melakukan beberapa langkah – langkah :
Ø  Melakukan evaluasi diri dengan mengkaji lebih dalam lagi tentang Tri Darma Perguruan Tinggi.
Ø  Organisasi mahasiswa harus lebih meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat dengan menghadapkan langsung pada persoalan – persoalan kerakyatan.
Ø    Membudayakan dan mengembangkan kegiatan intelektual.

    

1 komentar:

yusep supriadi mengatakan...

izin share ya buu biar tambah manfaat

Poskan Komentar