MAKALAH
KOMUNIKASI
ORGANISASI
“Eksistensi Badan
Eksekutif Mahasiswa (BEM) Di Dalam Perguruan Tinggi)”
Dosen Pengajar : Ibu
Mulyani, S.Sos
Disusun
Oleh :
Kelompok
SEKOLAH TINGGI ILMU SOSIAL DAN POLITIK
STISIPOL PANCA BHAKTI PALU
2013
Puji syukur penulis panjatkan
kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas kehendakNya penulisan makalah ini
dengan judul “Eksistensi
Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Dalam Perguruan Tinggi” dapat
terselesaikan dengan baik. Dalam
kesempatan ini penulis menghaturkan rasa hormat dan terimakasih sebesar-besarnya
kepada Ibu Mulyani, S.Sos selaku dosen pengajar dan semua pihak yang telah membantu
memberikan masukan, saran-saran positif dalam pembuatan makalah sehingga penulis
dapat merampungkan serta menyelesaikan tugas makalah ini.
Makalah ini dibuat untuk memenuhi salah satu tugas
dalam mata kuliah Komunikasi Organisasi dan
bertujuan untuk dapat memberikan informasi kepada para pembaca
tentang Eksistensi BEM Dalam
Perguruan Tinggi.
Dalam penulisan makalah ini
tim penulis merasa masih banyak kekurangan-kekurangan baik pada teknis
penulisan maupun materi, mengingat akan kemampuan yang dimiliki penulis. Untuk
itu kritik dan saran dari semua pihak sangat diharapkan demi penyempurnaan
makalah ini.
Parigi,
20 Mei
2013
Tim Penulis
DAFTAR ISI
HALAMAN
JUDUL
KATAPENGANTAR ........................................................................................... i
DAFTAR ISI .............................................................................................. ii
BAB I PENDAHULUAN....................................................................................... 1
1.1. Latar belakang
............................................................................................. 2
1.2. Rumusan masalah
........................................................................................ 2
1.3. Tujuan ......................................................................................... 2
1.4. Manfaat Penulisan ......................................................................................... 3
1.5. Metode Penulisan .........................................................................................
BAB II
PEMBAHASAN ......................................................................................... 4
2.1.
BEM ( Badan Eksekutif Mahasiswa)
Sebagai
Organisasi Mahasiswa ................................................................... .. 4
2.2.
Struktur Kepengurusan BEM ........................................................................ 5
2.3.
Tugas Pokok Badan Eksekutif
Mahasiswa ................................................... 8
2.4.
Fungsi BEM ........................................................................................... .. 9
BAB III PENUTUP……………………………………………………………… 11
3.1.
Kesimpulan ……………………………………………………………… 11
3.2. Saran .. 11
BAB I
PENDAHULUAN
1.1.
Latar Belakang
Organisasi mahasiswa merupakan bagian
integral dari kehidupan kampus yang tidak dapat dipisahkan dari aktifitas dan
partisipasi mahasiswa dalam membangun citra sebuah perguruan Tinggi,maka hal
ini memberikan kontribusi yang signifikan bagi eksistensi perguruan tinggi
tersebut. Dalam perjalanannya, setiap organisasi memiliki struktur kepengurusan
sebagai bentuk representatif dari bidang-bidang yang tercakup dalam organisasi
tersebut, serta memiliki visi dan misi bersama yang hendak dicapai untuk
mewujudkan cita-cita organisasi yang diharapkan.
Pencitraan organisasi mahasiswa sebagai
sebuah wadah proses tingkat pematangan kepribadian sosial mahasiswa ditengah
masyarakat kampus melalui pendisiplinan kerja organisasi merupakan langkah awal
yang penting untuk dilakukan dengan tujuan menciptakan sistem kerja yang lebih
tangguh dan profesional, serta memiliki komitmen tinggi untuk membangun citra
organisasi sehingga diakui eksitensinya di kalangan mahasiswa.
Mahasiswa sebagai kaum terpelajar
memiliki peran dan fungsi sebagai agen perubahan (Agent of Change) dalam
masyarakat. Akan tetapi, pola pembelajaran di kampus kadang kala hanya
membentuk mahasiswa untuk unggul dalam bidang akademik saja. Karena itu, masih
banyak terdapat mahasiswa yang tidak dapat bersosialisasi dan beradaptasi
dengan masyarakat, baik selama ia duduk di bangku kuliah maupun setelah
memasuki dunia kerja.Salah satu potensi,
mahasiswa sebagai bagian dari kaum muda dalam tatanan masyarakat
yang berperan langsung dalam tiap fenomena sosial, harus mampu
mengimplementasikan kemampuan keilmuannya dalam perubahan keumatan
kearah yang lebih baik.
Peran mahasiswa dalam setiap perubahan tatanan
kenegaraan selama ini sudah menjadi jargon dan pilar utama terjaminnya sebuah
tatanan kenegaraan yang demokratis. Dan semua itu tak terlepas dari
Dunia Organisasi Mahasiswa yang merupakan sebuah alur dalam pembelajaran diri
dan wadah pendewasaan.
Maka dari itulah, BEM
sebagai salah satu organisasi kemahasiswaan berfungsi untuk memberikan
kontribusi dan manfaat terhadap kepentingan mahasiswa.Dalam rangka membantu
menambah dan mengembangkan pengetahuan baik dalam bidang akademik maupun
nonakademik.
1.2. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas,
dapat kita rumuskan beberapa masalah, yaitu:
1.
Apa esensi atau arti dari BEM (Badan
Eksekutif Mahasiswa)?
2.
Bagaimana susunan struktur
kepengurusan BEM?
3.
Apakah
peran, tugas dan fungsi BEM sebagai organisasi mahasiswa di dalam lingkup
Perguruan Tinggi?
1.3.
Tujuan
Adapun tujuan dari penyusunan makalah ini adalah
1.
Menjelaskan
pengertian Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM).
2.
Mendeskripsikan
susunan struktur kepengurusan BEM.
3.
Menjelaskan
peran, tugas dan fungsi pokok BEM sebagai organisasi mahasiswa di dalam lingkup
Perguruan Tinggi
1.4.
Manfaat Penulisan
Makalah
ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi penulis dalam memahami
permasalahan yang menjadi topik kajian. Bagi masyarakat makalah ini diharapkan
dapat menjadi masukan dan sebagai bahan pertimbangan dalam memahami eksistensi
organisasi mahasiswa di perguruan tinggi dan di dalam masyarakat. Bagi pihak
akademi, diharapkan makalah ini dapat menjadi bahan kajian belajar dalam rangka
meningkatkan prestasi diri pada mahasiswa khususnya dan meningkatkan kualitas
pendidikan pada umumnya.
1.5.
Metode Penulisan
Metode penulisan yang kami gunakan dalam meyusun makalah
ini menggunakan metode observasi dan kepustakaan. Cara - cara yang digunakan
dalam metode ini adalah study pustaka. Dalam metode ini penulis membaca buku
dan situs internet yang berkaitan dengan penulisan makalah ini.
BAB II
PEMBAHASAN
BEM (Badan
Eksekutif Mahasiswa)
2.1.
BEM (Badan
Eksekutif Mahasiswa) Sebagai Organisasi Mahasiswa
BEM adalah badan organisasi
tertinggi dalam sebuah Universitas, Institut, Politeknik, ataupun Sekolah
Tinggi dan memiliki landasan hukum berdasarkan KEPMEN No. 155. Keberadaan BEM
disebuah Perguruan Tinggi sangatlah fungsional, baik untuk pihak kampus sendiri
ataupun untuk UKM berserta civitas akademika Perguruan Tinggi tersebut.
BEM
adalah singkatan dari Badan Ekseskutif Mahasiswa (BEM), yang menjadi wadah perhimpunan
mahasiswa untuk mengaktualisasikan diri dalam mengembangkan minat dan bakat
(kreatifitas), selain pengembangan kretifitas Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM)
juga mempunyai peran penting dalam mengawal segala kebijakan Rektorat
(Universitas), baik yang bersangkutan dengan dunia kemahasiswaan ataupun mengenai
tentang pengembangan dan peningkatan sarana dan prasarana yang ada di wilayah
kampus (Universitas).
BEM adalah lembaga eksekutif yang
berperan dalam pembentukan kepribadian dan watak baik bagi anggotanya,
mahasiswa di dalam lingkungan kampus maupun masyarakat umum. Melalui BEM,
mahasiswa dilatih dan dikembangkan jiwa kepemimpian dan keorganisasiannya
sehingga kelak ketika terjun langsung di tengah-tengah masyararakat, mahasiswa
tersebut akan mampu bekerjasama dan menjalankan peran dan fungsinya dengan baik
.
BEM juga berperan dalam menumbuhkan jiwa
pengabdian anggotanya melalui pembagian wewenang di dalam struktur
organisasinya. BEM merupakan awal pengabdian mahasiswa untuk menuju pengabdian
yang sesungguhnya. Bersama BEM seorang mahasiswa akan menemukan jati dirinya
yang kelak akan dia gunakan untuk dapat berdiri di tengah-tengah masyarakat
yang menuntutnya untuk aktif dan berprestasi. BEM juga merupakan sarana untuk
mengembangkan bakat, minat dan kemampuan mahasiswa dalam bidang ilmu
pengetahuan, teknologi, kesenian, dan lain sebagainya.
BEM juga melatih mahasiswanya untuk
menyalurkan sumbang saran dan aspirasinya kepada pihak lembaga demi mewujudkan
kesejahteraan dilingkungan kampus. Tunas-tunas muda yang aktif dan berprestasi
yang dibentuk oleh BEM merupakan modal utama untuk mewujudkan Bangsa Indonesia
yang sejahtera kelak dikemudian hari.
2.2. Struktur Kepengurusan BEM
Dalam sturuktur
kepengurusan BEM, terdiri dari
PRESIDEN MAHASISWA



DEPARTEMEN-DEPARTEMEN
Fungsi
peran struktur kepengurusan di sesuaikan dengan bidangnya masing-masing di
antaranya adalah :
a) Presiden Mahasiswa,
berperan sebagai orang yang meminimalisir struktural kepengurusannya, serta
pengambil kebijakan yang tertinggi dalam organisasi Badan Eksekutif Mahasiswa
(BEM).
• Bertanggung
jawab secara umum terhadap kepengurusan Badan Eksekutif Mahasiswa(BEM).
• Memimpin rapat pengurus atau rapat kordinasi antara
Departemen.
• Memberi pegarahan kepada Wakil Presiden
Mahasiswa (Wapresma), Sekretaris, Bendahara, dan tiap-tiap Mentri Departemen.
• Membuat Kebijakan- kebijakan kepengurusan
Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM)
b) Wakil Presiden Mahasiswa,
berperan sebagai orang kedua dari Ketua yang di percayai sebagai pengemban
amanat dan dapat mengambil perannya untuk mengawal serta mengkoordinir kinerja
kepengurusan Departemen.
• Membantu
tugas-tugas Presiden Mahasiswa (Presma) jika berhalangan.
• Memimpin rapat pengurus atau rapat koordinasi
antar departemen jika Presiden Mahasiswa Berhalangan.
• Melaksanakan
tugas-tugas Khusus yang diberikan oleh Presiden mahasiswa (Presma).
c) Sekeretaris Jendral,
berperan sebagai orang yang mengatur administrasi (Surat-menyurat). Mengupayakan sarana
kesekretariatan yang biasa memenuhi kebutuhan administrasi secara optimal.
• Pembenahan dan perawatan inventaris
• Penataan data-data surat menyurat dan dokumentasi secara tertib
dan rapi
• Bertanggung jawab terhadap anggota departemen yang dipimpin.
d)
Departemen Keuangan
(Depku)
•
Menggali sumber-sumber dana yang halal dan tidak mengikat.
•
Mengawasi penggunaan dana pada setiap kegiatan.
•
Membuat laporan keuangan secara rutin perbulan dan tahunan.
•
Bertanggung jawab terhadap anggota departemen yang dipimpin.
e)
Departemen Dalam Negri
(Depdagri)
•
Pembinaan dan kordinasi administrasi Departemen.
•
Pelaksanan penelitian dan pengembangan terapan serta pendidikan
dan pelatihan tertentu dalam rangka mendukung kebijakan.
•
Pelaksanaan pengawasan fungsional.
•
Bertanggung jawab terhadap anggota departemen yang dipimpin.
f)
Departemen Pendidikan
•
Menyiapkan perumusan dan teknis di bidang pendidikan.
•
Mengadakan pelatihan dan pendidikan
•
Mengadakan kegiatan study banding dengan ST yang lainnya.
•
Mengadakan kegiatan seminar pendidikan.
•
Bertanggung jawab terhadap anggota departemen yang dipimpin.
g)
Departemen Advokasi
& HAM (Hak Asasi Mahasiswa)
•
Melakukan pelatihan advokasi mahasiswa.
•
Menjalin kerjasama dengan lembaga-lembaga bantuan hukum.
•
Aktif dalam menyelesaikan berbagai macam permasalahan yang
dihadapi oleh mahasiswa dengan pihak kampus.
•
Bertanggung jawab terhadap anggota departemen yang dipimpin.
h)
Departemen Minat dan
Bakat
•
Menampung potensi mahasiswa atau minat mahasiswa.
•
Mewujudkan persatuan dan kesatuan dibidangnya.
•
Pelaksana kegiatan dalam bidangnya.
•
Bertanggung jawab terhadap anggota departemen yang dipimpin.
i)
Departemen Luar Negeri (
Deplu)
• Mengkoordinir segala
permasalahan mahasiswa yang ada di kelas jauh menyampaikannya kepada mentri
advokasi dan HAM.
•
Melaporkan segala kegiatan yang ada di setiap komisariat.
•
Bertanggung jawab kepada aggota departemen yang dipimpin.
j)
Departemen Komunikasi
dan Informasi ( Depkominfo)
•
Menyebarkan informasi tentang kegiatan BEM kepada mahasiswa kelas
jauh.
•
Menjalin hubungan baik antara kepengurusan BEM dengan kampus lain.
•
Menjalin partisipasi aktif kepengurusan BEM dengan smua komponen
kepengurusan yang ada.
•
Bertanggung jawab terhadap anggota departemen yang dipimpin.
k)
Departemen SDM & Litbang
•
Melakukan kerjasama dengan lembaga Litbang lain dalam hal
peningkatan kinerja organisasi.
•
Mengadakan diskusi rutin sebagai Upgrading.
•
Wawasan keilmuan pengurus dan bedah buku.
•
Mengadakan penelitian dan riset yang bersifat akademis.
•
Menjalin kerjasama dengan pemerintah dan non pemerintah dalam
pelaksanaan pelatihan Live Skill maupun porseni.
•
Bertanggung jawab terhadap anggota departemen yang dipimpin.
l)
Departemen Sosial
•
Mengadakan kegiatan yang bersifat sosial.
•
Mengadakan kerjasama dengan departemen sosial lainnya.
•
Bertanggung jawab terhadap anggota departemen yang dipimpin.
2.3. Tugas pokok Badan Eksekutif Mahasiswa
1. Mengesahkan serta mengajukan proposal
kegiatan organisasi dan berhak untuk meminta Laporan Pertanggungjawaban
dari setiap kegiatan organisasi.
2. Menetapkan garis program kegiatan kemahasiswaan
dengan berpedoman pada peraturan-peraturan yang berlaku di Perguruan Tinggi.
3. Membimbing,
mengarahkan dan mengawasi kegiatan UKM.
4. Menyusun dan melaksanakan program
kegiatan dengan menggunakan anggaran yang telah ditetapkan oleh Perguruan
Tinggi. Untuk periode 1 (satu) tahun anggaran, yaitu 1 Agustus tahun berjalan
sampai 31 Juli tahun berikutnya. Program kegiatan dimaksud mencakup program
kegiatan seluruh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM ) dan Himpunan Mahasiswa Jurusan
(HMJ).
5. Mewakili
Mahasiswa sebagai duta dalam kegiatan eksternal untuk
berkoordinasi/berkomunikasi dengan organisasi mahasiswa Perguruan Tinggi
Lainnya.
6. Menampung serta memperjuangkan hak
dan aspirasi mahasiswa baik dalam bidang akademik maupun kesejahteraan
mahasiswa.
2.4.
Fungsi Badan EksekutifMahasiswa
(BEM)
1. Fungsi Aspiratif; Berperan sebagai
penampung dan penyalur aspirasi atau keinginan Mahasiswa.
2. Fungsi
Advokasi; Jika terdapat Mahasiswa yang mempunyai permasalahan kesulitan
membayar SPP/ penangguhan, permasalahan akademik, transparansi pendanaan
kemahasiswaan dan peran lembaga dalam memperjuangkan hak-hak Mahasiswa.
3. Fungsi Koordinasi; Menjadi tempat berkoordinasi dan
komunikasi berbagai kepentingan UKM dan jembatan antara aspirasi Mahasiswa
dengan pihak rektorat.
4. Fungsi Katalisator, Inisiator dan
Fasilitator seluruh Mahasiswa.
Keuntungan Rektorat Dengan
Adanya BEM :
1. Fungsi Bantuan Koordinasi; Lembaga dapat
menjadi penghubung komunikasi antara Rektorat dengan Mahasiswa ataupun antar
UKM/ Lembaga
2. Fungsi
Pencitraan Universitas; Keberadaan lembaga dapat meningkatkan eksistensi
Universitas di kancah nasional baik dalam kegiatan kemahasiswaan bersifat
akademik maupun ekstrakulikuler
3. Fungsi Bantuan
Administrasi, dll.
BAB III
PENUTUP
3.1.
Kesimpulan
Secara garis besar BEM
ialah lembaga kemahasiswaan yang menjalankan organisasi serupa pemerintahan
(lembaga eksekutif). Dipimpin oleh ketua atau presiden BEM yang dipilih melalui
pemilu mahasiswa setiap tahunnya.
BEM juga melatih mahasiswanya untuk
menyalurkan sumbang saran dan aspirasinya kepada pihak lembaga demimewujudkan
kesejahteraan dilingkungan kampus. Tunas-tunas muda yang aktif dan berprestasi
yang dibentuk oleh BEM merupakan modal utama untuk mewujudkan Bangsa Indonesia
yang sejahtera kelak dikemudian hari.
Mengabdi bersama BEM berarti mengabdi
untuk Bangasa Indonesia yang lebik baik. Harapan akan selalu ada disaat kita
percaya dan berusaha. Melalui pengabdian yang tulus dan ikhlas akan menciptakan
calon pemimpin bangsa yang jujur dan bertanggungjawab. Buah dari pengabdian dan
kerja keras bersama BEM tidak hanya dapat dirasakan oleh diri sendiri ataupun
organisasi BEM tersebut, namun juga dapat dirasakan oleh keluarga kampus dan
masyarakat luas.
3.2.
Saran
Untuk
mengembangkan atau mempertahankan eksistensi setiap organisasi kemahasiswaan
sebaiknya mahasiswa melakukan beberapa
langkah – langkah :
Ø Organisasi mahasiswa harus lebih meningkatkan
pelayanan terhadap masyarakat dengan menghadapkan langsung pada persoalan –
persoalan kerakyatan.
Ø Membudayakan
dan mengembangkan kegiatan intelektual.