D. ANALISA BALIHO KAMPANYE
Baliho Kampanye Cabub dan Cawabub Kabupaten Parigi Moutong.
Hi. Samsurizal Tombolotutu dan H. Badrun Nggai, SE
1. Analisa Warna
• Warna merah dan putih sebagai dasar atau background baliho
Warna merah dan putih yang menggambarkan bendera kebangsaan Negara Indonesia sekaligus mewakili identitas seorang H.Samsurizal Tombolotutu sebagai seorang TNI yang senatiasa membela NKRI serta menggambarkan Bupati dan Wakil Bupati yang cinta pada tanah air.
Warna Merah yang melambangkan keberanian dalam mencalonkan diri sebagai Bupati dan Wakil Bupati dan juga melambangkan seorang figur pemimpin yang berani memperjuangkan kepentingan rakyat diatas kepentingan pribadi maupun golongan dan mewujudkan secara optimal hak-hak seluruh rakyat dalam segala aspek kehidupannya.
Warna putih melambangkan kepribadian Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati yang jujur, sopan santun (beretika) dan memegang teguh nilai-nilai religius yang senantiasa menjadi landasan dalam memimpin dan menjalankan pemerintahan Kabupaten Parigi Moutong ke depan.
• Warna Hijau Pada Tulisan Mohon Doa Restu
Warna hijau yang dibingkai dengan warna putih melambangkan akan terus melaju, meneruskan pengabdian sebagai Bupati dan Wakil Bupati yang religius yang menjunjung nilai-nilai agama, beriman dan bertaqwa serta bersih dari segala penyimpangan dalam memimpin Kabupaten Parigi Moutong 4 tahun kedepan.
• Warna Kuning Pada Tulisan Bukan Janji Tapi Bukti
Warna Kuning melambangkan:
1) Cita-cita Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati untuk menciptakan tatanan masyarakat yang berkeadilan sosial yakni masyarakat yang adil secara ekonomi, politik, hukum, pendidikan dan kesetaraan gender yang didasari atas persamaan hak, pemerataan dan penghargaan terhadap hak asasi manusia.
2) Kesiapan Cabub dan Cawabub dalam menjalankan sistem pemerintahan dengan penuh kebijaksanaan dan tanggung jawab dalam menjalankan visi dan misi yang telah diprogramkan sehingga Kabupaten Parigi Moutong ke depannya akan bersinar cerah.
• Warna Orange Pada Tulisan “Lanjutkan…!!!”
Warna Orange melambangkan Keceriaan dan penuh keyakinan dalam mengikuti pemilu kepala daerah tahun 2013 serta optimis akan terus melanjutkan tugas sebagai Bupati dalam memimpin Parigi Moutong.
2. Analisa Desain
• Desain Segi Lima
Logo Segi lima yang berwarna dasar merah dan terdapat tulisan berwarna kuning yang terletak di antara Bupati dan Wakil Bupati melambangkan dasar Negara Indonesia Pancasila. Dalam menjalankan pemerintahan selalu berpedoman pada Pancasila. Selain itu bentuk segi lima tersebut identik dengan logo partai Gerindra yang berbentuk segi lima dan bergambarkan kepala burung garuda yang berwarna kuning. Hal ini dapat mengandung arti yaitu sehubungan wakil bupati Badrun Nggai, SE adalah adik ipar dari Gubernur Sulawesi Tengah yang merupakan Ketua Partai Gerindra Sulawesi Tengah sehingga Bupati ingin bekerjasama / menjadikan Partai Gerindra sebagai salah satu partai pengusung Bupati dalam pilkada Kabupaten Parigi Moutong tahun 2013. Semuanya saling berkaitan, berhubungan dengan strategi politik.
• Desain Kalimat Mohon Doa Restu diletakkan di atas kalimat Lanjutkan…!!!
Diawali dengan permohonan doa restu Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati kepada masyarakat dan secara langsung pula masyarakat menanggapinya dengan kalimat Lanjutkan…!!! Yang mengisyaratkan bahwa masyarakat telah memberikan doa restu atau lampu hijau pada kandidat.
3. Analisa Huruf
• Huruf SABAR
SABAR merupakan singkatan nama dari Hi. Samsurizal Tombolotutu dan Hi. Badrun Nggai, SE. selain itu kata SABAR yang dicetak menggunakan huruf kapital bermakna yaitu pasangan kandidat yang rendah hati, selalu positif thinking terhadap setiap anggapan negatif mengenai pribadi mereka, berlapang dada dan berkompetisi secara sehat dalam kampanye pilkada tahun 2013.
• Huruf Bupati Ku
Ku yang dicetak dengan bentuk italic mempunyai arti yaitu lebih menonjolkan, memberi penekanan bahwa ku itu adalah segenap elemen masyarakat Parigi Moutong, dari berbagai suku,agama, dan berbagai kalangan Masyarakat Parigi Moutong, mengartikan pentingnya masyarakat Parigi Moutong karena tanpa masyarakat maka Bupati tidak akan berarti apa-apa. sehingga jika di gabungkan dengan kata bupati mempunyai arti yaitu Bupati yang merakyat, dimiliki, didambakan, disegani, disanjung dan diridhai oleh seluruh kalangan,elemen masyarakat Parigi Moutong.
Setap orang yang melihat baliho tersebut secara langsung akan membaca kalimat tersebut dan secara tidak langsung pula akan mengatakan bahwa Hi. Samsurizal adalah bupatinya walaupun orang yang membaca adalah bukan pendukung kandidat.
• Huruf / Kata Birokrat
Birokrat mengartikan bahwa Hi. Badrun Nggai sebagai calon wakil Bupati merupakan seorang Pegawai Negeri Sipil yang bekerja di instansi Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong dan sekarang memegang jabatan sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Parigi Moutong.
• Huruf / Kalimat Mohon Doa Restu
Mengartikan seorang figur pemimpin yang ingin selalu melestarikan adat istiadat,budaya Indonesia yaitu dengan sopan santun meminta izin atau memohon doa restu terlebih dahulu kepada Tuhan Yang Maha Esa dan khalayak agar lancar dalam Pilkada dan jika terpilih akan lancar pula dalam menjalankan pemerintahan karena sebuah doa restu adalah hal yang sangat mujarab dalam setiap langkah kehidupan manusia.
• Huruf / Kalimat Lanjutkan…!!!
Kalimat lanjutkan yang diberi tanda titik sebanyak tiga kali dan tanda seru sebanyak tiga kali mengartikan seruan masyarakat yang menggebu-gebu dan penuh keyakinan kepada SABAR sebagai tanda telah direstuinya Hi. Samsurizal Tombolotutu dan Hi. Badrun Nggai, SE untuk terus lanjut mengabdi pada masyarakat lewat memimpin menjadi Bupati dan Wakil Bupati Parigi Moutong.
4. Analisa Tempat
Gambar Baliho ini di ambil di perempatan traffic light Pasar Inpres Tagunu kelurahan Bantaya Kecamatan Parigi Kabupaten Parigi Moutong. Jalan trans yang menjadi tempat lalu lalang masyarakat Parigi Moutong untuk pergi beraktivitas setiap harinya sehingga Baliho tersebut di pasang/diletakkan di samping traffic light agar setiap orang yang berhenti saat lampu merah dapat melihat baliho tersebut, begitupun dengan para pejalan kaki. Baliho tersebut banyak dijumpai di perempatan jalan, di dekat fasilitas umum, sekolah dan sepanjang jalan trans Toboli-Parigi maupun Toboli-Moutong karena jalan utama yang dilalui oleh masyarakat setiap harinya.
Rabu, 19 Desember 2012
Analisa baliho Kampanye Cabub Parigi Moutong H. Samsurizal Tombolotutu
Definisi, Jenis-jenis, dan perbedaan kampanye dgn propaganda & iklan
PEMBAHASAN
A. DEFENISI KAMPANYE
Kampanye pada prinsipnya merupakan suatu proses kegiatan komunikasi individu atau kelompok yang dilakukan secara terlembaga dan bertujuan untuk menciptakan suatu efek atau dampak tertentu. Rogers dan Storey (1987) mendefinisikan kampanye sebagai “serangkaian tindakan komunikasi yang terencana dengan tujuan untuk menciptakan efek tertentu pada sejumlah besar khalayak yang dilakukan secara berkelanjutan pada kurun waktu tertentu” (Venus, 2004:7).
Beberapa ahli komunikasi mengakui bahwa definisi yang diberikan Rogers dan Storey adalah yang paling popular dan dapat diterima dikalangan ilmuwan komunikasi (Grossberg, 1998; Snyder, 2002; Klingemann & Rommele, 2002). Hal ini didasarkan kepada dua alasan. Pertama, definisi tersebut secara tegas menyatakan bahwa kampanye merupakan wujud tindakan komunikasi, dan alasan kedua adalah bahwa definisi tersebut dapat mencakup keseluruhan proses dan fenomena praktik kampanye yang terjadi dilapangan
Beberapa definisi lain yang sejalan dengan batasan yang disampaikan Rogers dan Storey diantaranya sebagai berikut :
1. Pfau dan Parrot (1993)
“A campaigns is conscious, sustained and incremental process designed to be implemented over a specified period of time for the purpose of influencing a specified audience” (Kampanye adalah suatu proses yang dirancang secara sadar, bertahap dan berkelanjutan yang dilaksanakan pada rentang waktu tertentu dengan tujuan mempengaruhi khalayak sasaran yang telah diterapkan).
2. Leslie B. Snyder (Gudykunst & Mody, 2002)
“A communication campaigns is an organized communication activity, directed at a particular audience, for a particular period of time, to achieve a particular goal” (Kampanye komunikasi adalah tindakan komunikasi yang terorganisasi yang diarahkan pada khalayak tertentu, pada periode waktu tertentu guna mencapai tujuan tertentu).
3. Rajasundarman (1981)
“A campaigns is acoordinated use of different methods of communication aimed at focusing attention on a particular problem and its solution over a period of time” (Kampanye dapat diartikan sebagai pemanfaatan berbagai metode komunikasi yang berbeda secara terkoordinasi dalam periode waktu tertentu yang ditujukan untuk mengarahkan khalayak pada masalah tertentu berikut pemecahannya).
Merujuk pada definisi-definisi diatas, maka dapat disimpulkan Kampanye adalah sebuah tindakan doktet bertujuan mendapatkan pencapaian dukungan, usaha kampanye bisa dilakukan oleh peorangan atau sekelompok orang yang terorganisir untuk melakukan pencapaian suatu proses pengambilan keputusan di dalam suatu kelompok, kampanye biasa juga dilakukan guna memengaruhi, penghambatan, pembelokan pecapaian. Dalam sistem politik demokrasi, kampanye politis berdaya mengacu pada kampanye elektoral pencapaian dukungan, di mana wakil terpilih atau referenda diputuskan. Kampanye politis tindakan politik berupaya meliputi usaha terorganisir untuk mengubah kebijakan di dalam suatu institusi.
kampanye juga memiliki ciri atau karakteristik yang lainnya, yaitu sumber yang jelas, yang menjadi penggagas, perancang, penyampai sekaligus penanggung jawab suatu produk kampanye (campaign makers), sehingga setiap individu yang menerima pesan kampanye dapat mengidentifikasi bahkan mengevaluasi kredibilitas sumber pesan tersebut setiap saat.
Selain itu pesan-pesan kampanye juga terbuka untuk didiskusikan, bahkan gagasan-gagasan pokok yang melatarbelakangi diselengarakannya kampanye juga terbuka untuk dikritisi. Keterbukaan seperti ini dimungkinkan karena gagasan dan tujuan kampanye pada dasarnya mengandung kebaikan untuk publik. Segala tindakan dalam kegiatan kampanye dilandasi oleh prinsip persuasi, yaitu mengajak dn mendorong public untuk menerima atau melakukan sesuatu yang dianjurkan atas dasar kesukarelaan. Dengan demikian kampanye pada prinsipnya adalah contoh tindakan persuasi secara nyata. Dalam ungkapan Perloff (1993) dikatakan “Campaigns generally exemplify persuasion in action”. (Venus, 2004:7)
B. JENIS-JENIS KAMPANYE
1. Keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) N0. 35 Tahun 2004 Tentang Kampanye Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden mengatur semua jenis atau bentuk kampanye. Ada 9 jenis kampanye yaitu
• Pertemuan Terbatas
• Tatap muka dan dialog
• Penyebaran melalui media cetak dan media elektronik
• Penyiaran melalui radio dan atau televise
• Penyebaran bahan kampanye kepada umum
• Pemasangan alat peraga di tempat umum
• Rapat umum
• Debat publik / debat terbuka antar calon
• Kegiatan Lain yang tidak melanggar peraturan perundang-undangan
2. Selain itu terdapat pula jenis-jenis kampanye menurut beberapa sumber, yaitu:
1) Product Oriented Campaigns
Kampanye yang berorientasi pada produk, umumnya terjadi di lingkungan bisnis, berorientasi komersial, seperti peluncuran produk baru. Kampanye ini biasanya sekaligus bermuatan kepentingan untuk membangun citra positif terhadap produk barang yang diperkenalkan ke publiknya. Contoh: Kampanye Bank BTN Go Public, Kampanye Telkom Flexi.
2) Candidate Oriented Campaigns
Kampanye yg berorientasi pada kandidat, umumnya dimotivasi karena hasrat untuk kepentingan politik. Contoh : Kampanye Pemilu, Kampanye Penggalangan Dana bagi partai politik.
3) Ideologically or cause oriented campaigns
Jenis kampanye yg berorientasi pada tujuan-tujuan yang bersifat khusus dan seringkali berdimensi sosial. Atau Social Change Campaigns (Kotler), yakni kampanye yg ditujukan utk menangani masalah- masalah sosial melalui perubahan sikap dan perilaku publik yg terkait. Contoh: Kampanye AIDS, Kampanye Menyusui dengan ASI, Keluarga Berencana dan Donor Darah.
3. Jenis Kampanye yang sifatnya menyerang (attacking campaign) :
• Kampanye Negatif
Menyerang pihak lain melalui sejumlah data atau fakta yang bisa diverifikasi dan diperdebatkan.
• Kampanye hitam (Black campaign)
Bersumber pada rumor, gossip, bahkan menjurus ke implementasi sejumlah teknik propaganda. Jenis ini biasanya sulit untuk diverifikasi apalagi diperdebatkan.
C. PERBEDAAN KAMPANYE DENGAN PROPAGANDA DAN IKLAN
C.1. Perbedaan Kampanye dan Propaganda
Pada dasarnya tak ada yang berbeda antara kampanye dan propaganda. Kalau pun, kemudian keduanya tampak berbeda, itu karena pendekatan dan metoda yang dipakainya. Kampanye kerap dinilai lebih bersifat persuasif karena disertai bujukan dan iming-iming. Sementara propaganda, sekalipun dasarnya sangat persuasif, kerap disertai tekanan berupa penonjolan dari dampak buruk yang bisa terjadi jika massa tak bertindak seperti apa yang dipropagandakan.
Harold D. Lasswell Propaganda adalah penggunaan simbol-simbol untuk mempengaruhi perilaku atau manipulasi perasaan manusia.
Qualter Propaganda adalah suatu nupaya secara sengaja oleh bebepara individu atau kelompok untuk membentuk, mengontrol, atau mengubah sikap kelompok lain dengan menggunakan instrumen komunikasi demi mencapai tujuan.
Perbedaan Propaganda dengan Kampanye :
1. Propaganda tidak ada waktu
2. Propaganda menginginkan perubahan cepat
3. Kampanye tidak dibatasi waktu
4. Kampanye memiliki pola-pola tertentu
C.2. Perbedaan Kampanye Dan Iklan
Kampanye :
• Kampanye sama dengan program kerja, butuh proses yang melibatkan jangka waktu yang panjang, kontinuitas dan konsistensi. Yang menjadi tujuan utama dari kempanye adalah pencitraan.
• Kampanye merupakan kegiatan peserta pemilu dengan tujuan untuk meyakinkan para pemilih dengan menawarkan visi, misi dan program peserta pemilu ( Pasal 1 angka 26 UU Nomor 10 tahun 2008).
• Kampanye ada sebuah istilah yang digunakan pada saat pemilu dan menonjolkan kelebihan program peserta pemilu
Iklan :
• Iklan berguna untuk mengkomunikasikan gagasan-gagasan dan produk-produk politik melalui media massa tertentu oleh kontestan tertentu. Bertujuan untuk menyampaikan informasi, meningkatkan ketanggapan seseorang pada suatu kandidat dan mempersuasi publik.
• Iklan merupakan sarana atau media yang dipakai/digunakan kampanye untuk mempublikasikan visi,misi dan program peserta pemilu.
• Iklan mementingkan komersial.
• Iklan muncul sebagai media publikasi perta-tama ditujukan untuk mendukung kegiatan komersial produsen, biasanya berupa pengenalan produk, informasidan menarik calon konsumen untuk membeli produknya.
• Iklan mencakup seluruh produk yang dapat dipublikasikan tanpa terkecuali.