Rabu, 19 Desember 2012

Analisa baliho Kampanye Cabub Parigi Moutong H. Samsurizal Tombolotutu

D. ANALISA BALIHO KAMPANYE
Baliho Kampanye Cabub dan Cawabub Kabupaten Parigi Moutong.
Hi. Samsurizal Tombolotutu dan H. Badrun Nggai, SE
1. Analisa Warna
Warna merah dan putih sebagai dasar atau background baliho
Warna merah dan putih yang menggambarkan bendera kebangsaan Negara Indonesia sekaligus mewakili identitas seorang H.Samsurizal Tombolotutu sebagai seorang TNI yang senatiasa membela NKRI serta menggambarkan Bupati dan Wakil Bupati yang cinta pada tanah air.
Warna Merah yang melambangkan keberanian dalam mencalonkan diri sebagai Bupati dan Wakil Bupati dan juga melambangkan seorang figur pemimpin yang berani memperjuangkan kepentingan rakyat diatas kepentingan pribadi maupun golongan dan mewujudkan secara optimal hak-hak seluruh rakyat dalam segala aspek kehidupannya.
Warna putih melambangkan kepribadian Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati yang jujur, sopan santun (beretika) dan memegang teguh nilai-nilai religius yang senantiasa menjadi landasan  dalam memimpin dan menjalankan pemerintahan Kabupaten Parigi Moutong ke depan.
Warna Hijau Pada Tulisan Mohon Doa Restu
Warna hijau yang dibingkai dengan warna putih  melambangkan akan terus melaju, meneruskan pengabdian sebagai Bupati dan Wakil Bupati yang religius yang menjunjung nilai-nilai agama, beriman dan bertaqwa serta bersih dari segala penyimpangan dalam memimpin Kabupaten Parigi Moutong 4 tahun kedepan.
Warna Kuning Pada Tulisan Bukan Janji Tapi Bukti
Warna Kuning melambangkan:
1) Cita-cita Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati untuk menciptakan tatanan masyarakat yang berkeadilan sosial yakni masyarakat yang adil secara ekonomi, politik, hukum, pendidikan dan kesetaraan gender yang didasari atas persamaan hak, pemerataan dan penghargaan terhadap hak asasi manusia.
2) Kesiapan Cabub dan Cawabub dalam menjalankan sistem pemerintahan dengan penuh kebijaksanaan dan tanggung jawab dalam menjalankan visi dan misi yang telah diprogramkan sehingga Kabupaten Parigi Moutong ke depannya akan bersinar cerah.
Warna Orange Pada Tulisan “Lanjutkan…!!!”
Warna Orange melambangkan Keceriaan dan penuh keyakinan dalam mengikuti pemilu kepala daerah tahun 2013 serta optimis akan terus melanjutkan tugas sebagai Bupati dalam memimpin Parigi Moutong.
2. Analisa Desain
Desain Segi Lima
Logo Segi lima yang berwarna dasar merah dan terdapat tulisan berwarna kuning yang terletak di antara Bupati dan Wakil Bupati melambangkan dasar Negara Indonesia Pancasila. Dalam menjalankan pemerintahan selalu berpedoman pada Pancasila. Selain itu bentuk segi lima tersebut identik dengan logo partai Gerindra yang berbentuk segi lima dan bergambarkan kepala burung garuda yang berwarna kuning. Hal ini dapat mengandung arti yaitu sehubungan wakil bupati Badrun Nggai, SE adalah adik ipar dari Gubernur Sulawesi Tengah yang merupakan Ketua Partai Gerindra Sulawesi Tengah sehingga Bupati ingin bekerjasama / menjadikan Partai Gerindra sebagai salah satu partai pengusung Bupati dalam pilkada Kabupaten Parigi Moutong tahun 2013. Semuanya saling berkaitan, berhubungan dengan strategi politik.
Desain Kalimat Mohon Doa Restu diletakkan di atas kalimat Lanjutkan…!!!
Diawali dengan permohonan doa restu Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati kepada masyarakat dan secara langsung pula masyarakat menanggapinya dengan kalimat Lanjutkan…!!! Yang mengisyaratkan bahwa masyarakat telah memberikan doa restu atau lampu hijau pada kandidat.
3. Analisa Huruf
Huruf SABAR
SABAR merupakan singkatan nama dari Hi. Samsurizal Tombolotutu dan Hi. Badrun Nggai, SE. selain itu kata SABAR yang dicetak menggunakan huruf kapital bermakna  yaitu pasangan kandidat yang rendah hati, selalu positif thinking terhadap setiap anggapan negatif mengenai pribadi mereka, berlapang dada dan berkompetisi secara sehat dalam kampanye pilkada tahun 2013.
Huruf Bupati Ku
Ku yang dicetak dengan bentuk italic mempunyai arti yaitu lebih menonjolkan, memberi penekanan bahwa ku itu adalah segenap elemen masyarakat Parigi Moutong, dari berbagai suku,agama, dan berbagai kalangan Masyarakat Parigi Moutong, mengartikan pentingnya masyarakat Parigi Moutong  karena tanpa masyarakat maka Bupati tidak akan berarti apa-apa. sehingga jika di gabungkan dengan kata bupati mempunyai arti yaitu Bupati yang merakyat, dimiliki, didambakan, disegani, disanjung dan diridhai oleh seluruh kalangan,elemen masyarakat Parigi Moutong.
Setap orang yang melihat baliho tersebut secara langsung akan membaca kalimat tersebut dan secara tidak langsung pula akan mengatakan bahwa Hi. Samsurizal adalah bupatinya walaupun orang yang membaca adalah bukan pendukung kandidat.
Huruf / Kata Birokrat
Birokrat mengartikan bahwa Hi. Badrun Nggai sebagai calon wakil Bupati merupakan seorang Pegawai Negeri Sipil yang bekerja di instansi Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong dan sekarang memegang jabatan sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Parigi Moutong.
Huruf / Kalimat Mohon Doa Restu
Mengartikan seorang figur pemimpin yang ingin selalu melestarikan adat istiadat,budaya Indonesia yaitu dengan sopan santun meminta izin atau memohon doa restu terlebih dahulu kepada Tuhan Yang Maha Esa dan khalayak agar lancar dalam Pilkada dan jika terpilih akan lancar pula dalam menjalankan pemerintahan karena sebuah doa restu adalah hal yang sangat mujarab dalam setiap langkah kehidupan manusia.
Huruf / Kalimat Lanjutkan…!!!
Kalimat lanjutkan yang diberi tanda titik sebanyak tiga kali dan tanda seru sebanyak tiga kali mengartikan seruan masyarakat yang menggebu-gebu dan penuh keyakinan kepada SABAR sebagai tanda telah direstuinya Hi. Samsurizal Tombolotutu dan Hi. Badrun Nggai, SE untuk terus lanjut mengabdi pada masyarakat lewat memimpin menjadi Bupati dan Wakil Bupati Parigi Moutong.
4. Analisa Tempat
Gambar Baliho ini di ambil di perempatan traffic light Pasar Inpres Tagunu kelurahan Bantaya Kecamatan Parigi Kabupaten Parigi Moutong. Jalan trans yang menjadi tempat lalu lalang masyarakat Parigi Moutong untuk pergi beraktivitas setiap harinya sehingga Baliho tersebut di pasang/diletakkan di samping traffic light agar setiap orang yang berhenti saat lampu merah dapat melihat baliho tersebut, begitupun dengan para pejalan kaki. Baliho tersebut banyak dijumpai di perempatan jalan, di dekat fasilitas umum, sekolah dan sepanjang jalan trans Toboli-Parigi maupun Toboli-Moutong karena jalan utama yang dilalui oleh masyarakat setiap harinya.

0 komentar:

Poskan Komentar